Ah, lagi lagi sosok itu. Sosok yang membuat hari hariku terasa lebih
indah. Sosok yang membuat hariku di sekolah lebih bermakna :)
Lihat, dia tersenyum kepadaku! Senyuman maut itu, senyuman manis itu!
Apakah kalian mendengar? Dia menyebut namaku. Suara merdu itu yang selalu
terekam di memori otakku. Yang akan selalu aku putar disaat aku akan terlelap
tidur.
Kau lihat wajah manis itu? Wajah itu yang selalu menghiasi mimpi
mimpiku. Tak peduli siang ataupun malam. Yang jelas, wajah itu yang selalu
datang.
Ah, sayangnya aku terlalu pengecut! Aku tak pernah mengatakan ini semua
kepadamu. Aku hanya bisa memperhatikanmu dari jauh. Pura pura tidak peduli akan
keadaanmu.
Kau ingat kejadian tiga tahun yang lalu? Saat kakimu patah? Aku benar
benar takut kau tak bisa berjalan lagi, dasar bodoh!
Apa kau ingat saat kau keracunan soft drink yang sudah kadaluarsa? Aku
sangat takut. Aku takut kau tak bernyawa lagi (abaikan paragraf ini, yang ini
lebay maksimal)
Yang pasti, aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku selalu memandangimu di
kelas. Pemilik rambut hitam lebat itu yang selalu tersisir rapi.
Aku selalu melihatmu ketika kau bermain bola pantul itu di sore hari.
Dan saat langit berwarna jingga, kita pulang bersama. Mengayuh sepeda berdua,
semua terasa indah selama tiga tahun ini.
Dan selama itu pula aku merasakan cinta yang tumbuh di hatiku. Semakin
hari, semakin banyak bunga bermekaran disana. Aku tak mau kehilangan waktu waktu
itu. Aku ingin menikmatinya lebih lama bersamamu. Dalam kebisuan ini, dalam
setiap gerak tanganku yang mewakili mulut ini.
Selama ini, aku hanya memperhatikanmu dalam kebisuan. Memperdulikanmu
dalam kesunyian. Dan menyayangimu dalam diam :))
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar