Dua tahun kulewati bersamamu. Indah :) ya, semua terasa indah. Rasa
pahit menjadi manis. Racun menjadi madu. Duri menjadi mawar. Panas menjadi
sejuk. Badai menjadi pelangi. Air mata menjadi mutiara. Tangisan menjadi tawa
bahagia. Duka menjadi senang.
Aku ingat tujuh tahun yang lalu kau mengungkapkan isi hatimu kepadaku
di depan gedung megah itu. Kau memintaku untuk menjadi kekasihmu. Kau berjanji
akan menjagaku, mengayomiku. Kau berjanji tak akan pernah meninggalkanku. Kau
tau apa yang aku rasakan saat itu? Aku merasa orang yang paling beruntung di
dunia ini.
Ya, mulai hari itu hari hariku lebih berwarna. Semuanya terasa sangat
indah. Tak ada air mata, semua berubah menjadi canda tawa.
Tapi apa? saat dua tahun hari jadi kita, kau memutus hubungan ini.
Rasanya hancur! Kau tahu? Aku sudah menaruh harapan lebih padamu. Aku sudah
merajut benang benang mimpi untuk masa depan kita kelak, berdua.
Mana janji janjimu itu? Mana buktinya? Mana bukti kau akan selalu
menjagaku? Mana bukti kata katamu di tengah bulan Januari itu?
Seandainya aku bisa memilih, aku tak akan pernah mau menaruh hati ini
padamu. Aku tak akan pernah menumbuhkan benih cintamu di hatiku. Aku tak akan
pernah mau, terlalu sakit.
Tapi Tuhan maha adil bukan? Dibalik sedih, pasti akan muncul bahagia.
Dan tawa tak selalu menemani kita. Tangis juga merupakan bagian dari hidup. Tiga
tahun aku tenggelam dalam rasa pedih yang teramat sangat. Mencoba menutup kisah
tentangku tentangmu. Rasanya berat. Setiap malam aku memikirkanmu. Ya,
selalu.
Tapi apa? Kau tak pernah peduli denganku. Kau bilang, kita akan menjadi
teman. Mana buktinya? Teman tak akan pernah menghindar. Tetapi semua terbalik.
Kau menjauh dariku. Mencoba menghilang dari pandangan mataku. Tapi kamu harus
tau! Kau tak pernah menghilang disini. Ya, di hatiku.
Sungguh, aku merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung saat itu.
Tapi suatu hari, semua berubah. Saat seorang datang mencoba mengetuk pintu
hatiku yang selalu tertutup untuk laki laki lain. Dia selalu mencoba untuk
membukanya. Sungguh, aku tak berdaya. Aku jatuh cinta lagi, untuk kedua kalinya.
Sekarang, hari hariku menjadi berwarna lagi. Dan kini berbeda dari yang dulu :)
aku sudah mengenakan cincin di jari manis tangan kiriku.
Dan aku mengerti,
mengapa kita tak bersatu. Mengapa aku harus merasakan pedih saat kau
meninggalkanku. Karena ada lelaki lain yang memang Tuhan ciptakan untukku, yang
terbaik untukku. Sungguh, aku mulai mengerti arti syukur sekarang. Bersyukur
karena telah kau tinggalkan :))
***