Bermula dari sebuah pesan singkat yang aneh darimu, kita semakin dekat. Kamu lelaki culun berkacamata yang sedikit pendiam. Kamu lelaki berkacamata bukan karena minus ataupun silindris. Terkesan aneh memang seorang anak SMA berkacamata plus. Tapi bagiku kamu istimewa. Aku tak pernah menganggapmu aneh, kau istimewa di mataku :)
Suaramu yang terkesan cempreng itu selalu mengalun lembut di telingaku. Haha, apa jadinya kalau kelak kita menjadi sepasang kekasih? Mungkin orang akan menyebut kita duo cupu :) Sayangnya kita berbeda. Sayangnya kita dilahirkan bukan di blok yang sama. Kau dilahirkan di balik tembok besar ini, dan aku disini. Di tempat ini aku dibesarkan dengan alunan ayat ayat kitabku. Dan kau disana dibesarkan dengan alunan nyanyian gereja.
Kita memang berbeda. Kita tak sama, sayang. Tapi dengarlah, percayalah. Hati kita sama. Kita sejalan. Kita harus beriringan :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar